Kamis, 02 April 2015

Hujan di Musim Semi

Entah mengapa, aku selalu mengingat pertemuan kita beberapa bulan yang lalu. Pertemuan yang tak pernah aku prediksikan.kau datang secepat angin yang berhembus di senja kemerahan. Kau datang bagai lantunan lagu merdu yang menusuk jiwa-jiwa tanpa arah.matamu yang tajam.
Memikat hati dan pikiranku.Mungkin aku terpanah. Mungkin aku jatuh. Entah mengapa aku masih ingat dengan jelas percakapan ringan yang kita rajut kala kita bersama.

Meskipun, kau tak berada di dalam ruang istimewa itu. Meskipun kau jauh dari dekapan. Meskipun kau, layaknya hujan yang datang hanya sebentar di musim semi.
Tapi, bagiku kau hujan yang jatuhnya selalu kurindukan.

Betapa aku merindukanmu.
Betapa aku merindukanmu.
Hujan.
Pada musim semiku.

Kaulah,