Selasa, 17 Mei 2016

Short Story- Side boy

Kirana pernah bercerita padaku bahwa dia menyukai seseorang. Entah sejak kapan sahabatku ini sudah jatuh cinta (lagi). Aku dan kirana berteman sejak kelas satu sma. Aku sahabat pertama nya di kelas. Karena kirana anaknya pemalu. Sementara aku yang malu-maluin. Aku yang pertama kali mengajak kirana berkenalan. Wajar kan jika aku, seorang cowok tulen nan ganteng mau berkenalan dengan cewek manis, feminim seperti kirana. Mulai saat itu aku , bayu apriaji menjadi temannya. plus superheronya.

Sekarang aku dan kirana kembali bertemu. Sama-sama kuliah di universitas negeri di kota ini. Jurusan yang sama pula. Aku masih tetap temannya dan tentu saja masih menjadi superheronya. Semester satu, dua, dia masih menempel padaku. semester tiga dia mengenal seseorang. Laki-laki tinggi. sepertiku. Tapi bedanya dia lebih kurus dariku.

Laki-laki inilah yang disukai kirana. Setiap kami bersama, kirana selalu bercerita tentang dia. Aku tau dari sinar matanya. Bahwa kirana menyukai laki-laki ini. Kunyuk satu ini bisa juga membuat kirana jatuh hati. Entahlah mulai saat itu aku memata-matai si kunyuk. 

faktanya si kunyuk sudah punya pacar. Beda kampus sih. Kirana tau. Dan aku sering melihat kirana pasang fake smile. Kiran, kamu tidak berbakat buat berbohong. Aku tau kamu sedih. Apa aku harus merusak hubungan mereka? biar kunyuk itu jadi pacar kamu? Aku yakin kamu pasti nggak mau kan kiran.

Tiap aku ke kantin, kunyuk ini selalu ada. Bareng kirana tentunya. Pengen aku ajak berantem. Tapi nanti kirana malah marah. Jadi pngamat memang repot. Seperti ini. Kirana di kasih nasihat malah ngeyel. Bilangnya nggak suka. Tapi perhatiannya nunjukkan kalau dia itu suka.

Sampai hari ini kirana masih suka. Sudah lebih dari empat bulan. Berarti kirana memang bener-bener suka. cinta. Terus aku harus gimana?  kunyuk itu nggak bakal putus lah. ceweknya cantik. Bidadari. sampai-sampai aku juga naksir sama ceweknya si kunyuk. 

Pernah waktu itu aku mengotak-atik notebook kirana. Dia sampai buat cerita tentang kunyuk itu. Ceritanya belum selesai. Kisah kirana dan cinta bertepuk sebelah tangannya. Entah dia bodoh. atau polos. lugu. Aku ngak tau. Kirana sudah seperti pahlawan bagi si kunyuk. seperti merk deodoran R*x*na. Setia setiap saat.

Aku bayu. sudah empat tahun jadi teman kirana, sekaligus superheronya. Tapi untuk kali ini aku nggak bisa bantu. Masalah hati itu kompleks. Sangat sulit dibanding ngerjain soal matematikanya pak Werdi. Satu-satunya pilihan untuk kirana adalah berhenti dan menyerah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar